Pengemasan Ideologi dalam Gerakan Hijrah: Studi Kasus Gerakan Komunitas Sahabat Hijrahku di Medan

  • Sahran Saputra Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gerakan hijrah oleh komunitas Sahabat Hijrakuu sebagai gerakan sosial baru kaum muda Muslim di Kota Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengemasan ideologi dalam gerakan hijrah kaum muda Muslim di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berkembangnya gerakan hijrah merupakan bentuk dari kesadaran kolektif kaum muda Muslim di Medan pasca gerakan Aksi Bela Islam. Pengemasan ideologi yang baik mampu menggiring ide-ide dan tujuan gerakan hijrah yang diusung bisa diterima oleh masyarakat. Pengemasan ideologi yang dimaksud adalah framing bahwa seseorang yang hijrah harus tercermin dalam sikap beragama yang ramah, yang menyejukkan, bukan yang menakutkan apalagi menyalahkan dan menuding bid’ah pada orang yang tidak sepemahaman. Komunitas Sahabat Hijrahkuu mengedepankan penghargaan terhadap sesama tanpa melihat perbedaan harokah serta latar belakang pemahaman seseorang terhadap Islam. Ideologi ini tercermin dalam moto gerakan hijrah komunitas, yaitu “apapun harokahmu, aku saudaramu”. Pembingkaian semacam ini diwujudkan kedalam bentuk-bentuk tindakan secara kolektif, seperti pengajian, aksi kemanusiaan, serta menerbitkan channel Youtube dan akun Instagram.

Kata kunci: Hijrah, framing, Gerakan Sosial

Published
2020-03-31
How to Cite
Sahran Saputra. (2020). Pengemasan Ideologi dalam Gerakan Hijrah: Studi Kasus Gerakan Komunitas Sahabat Hijrahku di Medan. Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN Dan Sosial Budaya, 4(1), 287-300. https://doi.org/10.31597/cc.v4i1.166
Section
Articles