Proses Berpikir Mahasiswa Dalam Mengkonstruksi Bukti Menggunakan Induksi Matematika Berdasarkan Teori Pemerosesan Informasi

  • Buaddin Hasan STKIP PGRI Bangkalan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa dalam mengkontruksi bukti menggunakan induksi matematika berdasarkan teori pemrosesan informasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode Think Aloud yaitu peneliti memberikan masalah kepada mahasiswa untuk diselesaikan, dan dalam proses penyelesaian masalah tersebut mahasiswa mengungkapkan apa yang sedang mereka pikirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti berawal dari adanya informasi yang berupa soal pembuktian yang selanjutnya dimasukkan ke dalam sensory register melalui indra penglihatan dan pendengaran. Attention yang terjadi, terfokus pada soal secara lengkap yang ditunjukkan dengan munculnya persepsi tentang rangsangan yang sesuai dengan informasi yang sudah diberi perhatian yaitu berupa penyelesaian soal yang dilakukan menggunakan induksi matematika. Dalam short term memory, konstruksi bukti menggunakan induksi matematika mulai di proses dengan melakukan retrieval terhadap konsep prinsip induksi matematika. Proses retrieval berjalan lancar pada mahasiswa yang tergolong dalam subjek kelompok atas. Pembuktian kebenaran dengan induksi matematika terinterpretasi dengan benar, mulai dari pembuktian kebenaran untuk n=1 sampai n=k+1. Asumsi kebenaran untuk n=k dipahami sebagai dasar pembuktian kebenaran untuk n=k+1. Berbeda dengan subjek kelompok menengah dan bawah. Asumsi kebenaran untuk nilai n=k yang ditulis tidak dilibatkan dalam proses pembuktian kebenaran untuk n=k+1. Proses encoding yang terjadi berupa penguatan terhadap sejumlah konsep-konsep yang sudah diretrieval dari memori jangka panjang

Published
2016-01-29